Catatan perjalanan Haji dari Jepang (Bagian 2)

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Assalamualaikum warrahmatullah akhifillah dan ukhtifillah yang diberkahi Allah, aamiin..

Berangkat Haji maupun Umrah dari Jepang merupakan rezeki yang dobel dobel menurut saya, alhamdulillah..

Kenapa?

  1. Diberikan kemudahan untuk tidak mengalami ujian “waiting list” ketika berangkat haji, karena Jepang jumlah penduduk Muslimnya sangat sedikit, jadi tidak harus menunggu lama untuk berangkat haji maupun umrah (  yang waiting list uang dan kondisi ya?) hehe
  2.  Menambah Saudara Islam, jamaah dari beraneka macam rupa, dari bahasa, negara,(Indonesia, Malaysia, India, Pakistan, Bangladesh, Persia, Jepang asli ^^, dan Cina Muslim) otomatis jadi harus bisa bahasa jepang dan inggris, walaupun jamaah Indonesia juga banyak , tapi klo cuma ngobrol sesama Indoneia-ers gak gaul kita hehe..
  3. Biaya yang dimudahkan, insya Allah, Allah pasti memberikan kemudahanNya bagi hambaNya yang berniat dan ikhtiar haji. Biaya haji dari Jepang kurang lebih sama dengan biaya ONH plus Indonesia, dengan kemudahan kemudahan yang didapat berupa pendapatan yang bisa ditabung lebih cepat dari hasil baito atau arubaito (tentunya hal ini relatif ya.. )
  4. Suhu dan keadaan yang sudah terkondisikan, bagi yang sudah terbiasa tinggal di jepang pasti sudah gak kaget dengan jalan kaki jauh dan naik tangga ^0^    Ketika menjalankan ibadah haji, satu hari nya mungkin kita bisa berjalan kaki sejauh 10 km.. ^0^//    Suhu ketika musim panas di Jepang bisa mencapai 38-40 C bisa dijadikan pelajaran berharga untuk belajar sabar ketika kita berada di tanah suci (ketika kami berhaji, suhu paling tinggi sekitar 42 C)

 

 

 

%d bloggers like this: