Microsoft Kinect RGB Color and 3D Depth Sensor

The below videos are simulation of RGB and Depth data taken by Microsoft Kinect Sensor.

Kinect sensor equipped with RGB Camera, 3D Depth Sensors, Motorized Tilt and Multi-Array mic. (picture taken from Wikipedia)
Microsoft Kinect Sensor

In this experiment, left screen is a display of color image and right screen is a display of 3D depth image taken by the IR (infrared) sensor.

Beberapa bulan lalu (kalo nggak salah November 2010), Microsoft mengeluarkan produk baru yg bisa dipakai sebagai sensor utk bermain video game X-Box tanpa memakai joystick. Nama sensor barunya adalah Microsoft Kinect Sensor. Dengan memakai Kinect, kita nggak perlu lagi bermain video game dengan joystick. Nah, sebagai gantinya, joystick-nya itu adalah semua anggota badan kita yg setiap ayunan tangan, gerakan kaki atau anggukan kepala akan ditangkap oleh si Kinect dan diubah menjadi data yg selanjutnya diproses oleh komputer menjadi sinyal-sinyal input joystick. Kalau kita lompat, maka karakter video game di layar pun akan ikutan melompat.

Alat ini dilengkapi dengan beberapa sensor, yaitu : Kamera RGB (Red-Green-Blue), ‘Depth sensor’ yg dilengkapi dengan pemancar&penangkap Infra Merah, Multi-Array Microphone.

Baru-baru ini saya iseng nyobain kinerja si Kinect di laboratorium kampus. Lumayan, nyobain “mainan” baru yg dibeliin sama sensei Lab. (mahal jg kalo mesti beli sendiri dari kantong pribadi). Ternyata seru juga loh!!

Coba deh lihat dua video di atas. Hehehe.. ada orang aneh gerak-gerak nggak jelas :D…

Layar terbagi menjadi dua bagian : layar sebelah kiri dan layar sebelah kanan. Nah, layar sebelah kiri memberikan output berupa gambar asli yg ditangkap oleh kamera (gambar merah-hijau-biru), sedangkan layar sebelah kanan memberikan informasi berupa jarak antara si “benda” terhadap kamera.

Kinect bisa memberikan prediksi jarak antara “benda” dengan kamera berkat adanya sinar infra merah yg ditembakkan ke arah benda, lalu terpantul kembali ke bagian penerima infra merah. Dari situ bisa dihitung waktu pantulan, dan komputer bisa memberikan perkiraan jarak. Setelah itu, “data jarak” diubah menjadi gradasi warna yg menunjukkan perbedaan jarak antara benda dengan kamera. Kalau diperhatikan dengan jeli, di layar sebelah kanan akan terlihat gradai warna oranye, kuning, hijau, biru dan hitam. Semakin dekat suatu benda dengan kamera, maka tampilan gradasi akan manjadi hitam.

Setelah percobaan ini selesai dan koding-nya udah mantap, saya punya rencana utk memasang si Kinect di robot MG10. Kayanya bakal seru nih,,, robot MG10 akan punya “mata” baru yg bisa melihat kondisi sekitar sekaligus memberikan prediksi jarak dengan objek di sekitarnya.

One response to this post.

  1. Posted by sawa on January 21, 2011 at 9:28 am

    macam orang gila ajah ente mi 😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: