Berbagi cerita tentang Furusato Nouzei ふるさと納税 (pajak kampung halaman) di Jepang

Beberapa pekan lalu ikut kajian tentang berbagi pengalaman terkait Pajak di Jepang dan berbagai bentuk kemudahan dan variasi penyalurannya. Salah satu yang cukup menarik perhatian saya adalah tentang Furusato Nouzei (ふるさと納税) atau pembayaran pajak ke Kampung Halaman.

Furusato nozei adalah pengalihan sebagain pembayaran pajak oleh orang-orang yang tinggal di perkotaan ke daerah-daerah dengan maksud untuk menggerakkan ekonomi di daerah yang memiliki hak otonomi di Jepang. Hal ini dikarenakan di daerah-daerah saat ini populasi orang tua-tua meningkat (bukan usia produktif pajak) sehingga pendapatan pajaknya menurun sedangkan di kota pendapatan pajaknya naik sehingga perlu diratakan dengan furusato nozei.

Kabarnya, Furusato nozei sudah berlaku cukup lama di Jepang, hanya saja mulai tahun 2016 ketika ada perubahan atauran dan administrasi, proses pengajuannya menjadi jauh lebih mudah. Banyak orang yang menggunakan furusato nozei. Salah satu yang menarik sehingga furusato nozei banyak diminati adalah adanya tanda terima kasih dari kota yang menerima pajak kita berupa barang-barang yang nilai pasarnya bisa cukup tinggi mencapai sekitar 30-40 persen bahkan ada yang sampai 50 persen dari donasi yang kita berikan.

Kemudahan aplikasi Furusato Nouzei semakin terbantu dengan fasilitas belanja online dari Rakuten.
Salah satunya bisa merujuk pada link berikut: https://event.rakuten.co.jp/furusato/

Ada banyak pilihan yang bisa disesuaikan dengan minat dan kebutuhan kita. Nah, karena saya sangat suka mengkonsumsi buah Nashi (pear Jepang), pilihan saya jatuh pada salah satu kota yang menyediakan paket Furusato Nouzei seharga 10,000 Yen dengan hadiah berupa buah pear sekitar 5-6kg (kurang lebih 9 butir buah pear Jepang ukuran besar). Saya pun memberanikan diri untuk membeli paket tersebut secara online.

Sekitar 1 bulan kemudian, paket buah pear Jepang yang saya beli dari Rakuten Furusato Nouzei pun tiba di rumah. Ternyata di luar perkiraan, buah pear Jepang yang dikirimkan ukurannya besar-besar dan ranum. Terima kasih Furusato Nouzei!

Untuk referensi, silakan menyimak materi detail seputar Furusato Nouzei:

Slide Materi

Video

Catatan perjalanan Haji dari Jepang (Bagian 2)

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Assalamualaikum warrahmatullah akhifillah dan ukhtifillah yang diberkahi Allah, aamiin..

Berangkat Haji maupun Umrah dari Jepang merupakan rezeki yang dobel dobel menurut saya, alhamdulillah..

Kenapa?

Diberikan kemudahan untuk tidak mengalami ujian “waiting list” ketika berangkat haji, karena Jepang jumlah penduduk Muslimnya sangat sedikit, jadi tidak harus menunggu lama untuk berangkat haji maupun umrah ( yang waiting list uang dan kondisi ya?) hehe
Menambah Saudara Islam, jamaah dari beraneka macam rupa, dari bahasa, negara,(Indonesia, Malaysia, India, Pakistan, Bangladesh, Persia, Jepang asli ^^, dan Cina Muslim) otomatis jadi harus bisa bahasa jepang dan inggris, walaupun jamaah Indonesia juga banyak , tapi klo cuma ngobrol sesama Indoneia-ers gak gaul kita hehe..
Biaya yang dimudahkan, insya Allah, Allah pasti memberikan kemudahanNya bagi hambaNya yang berniat dan ikhtiar haji. Biaya haji dari Jepang kurang lebih sama dengan biaya ONH plus Indonesia, dengan kemudahan kemudahan yang didapat berupa pendapatan yang bisa ditabung lebih cepat dari hasil baito atau arubaito (tentunya hal ini relatif ya.. )
Suhu dan keadaan yang sudah terkondisikan, bagi yang sudah terbiasa tinggal di jepang pasti sudah gak kaget dengan jalan kaki jauh dan naik tangga ^0^ Ketika menjalankan ibadah haji, satu hari nya mungkin kita bisa berjalan kaki sejauh 10 km.. ^0^// Suhu ketika musim panas di Jepang bisa mencapai 38-40 C bisa dijadikan pelajaran berharga untuk belajar sabar ketika kita berada di tanah suci (ketika kami berhaji, suhu paling tinggi sekitar 42 C)

Catatan perjalanan Haji dari Jepang (PENDAHULUAN)

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Assalamualaikum warrahmatullah akhifillah dan ukhtifillah yang diberkahi Allah, aamiin..

Alhamdulillah, segala puji serta syukur selalu kita panjatkan selalu kepada Allah, Tuhan semesta alam yang memberikan kita banyak kenikmatan, dan salam shalawat kepada imam kita Rasulullah sallallahu alaihi wasallam beserta keluarga san sahabat Beliau.

Sungguh tak bisa dilupakan ketika kami diberikan kesempatan Allah untuk datang ke rumahNya pada hari itu. Bangunan berbentuk persegi, diselubungi kain hitam bertuliskan lafadz Syahadat, di salah satu sudutnya terdapat Hajar Aswad, dan pintunya bernama Mulatazam, bangunan itu tiada lain adalah Ka`bah . Bangunan yang selama ini kita sholat menghadapnya.

Hampir setahun yang lalu kami melakukan Thawaf mengelilingi Ka`bah tapi rasanya masih kemarin kami melakukannya, dan rasanya ingin sekali kami kembali lagi ke sana ( ngarep rezeki Allah ^O^)

Insya Allah akhifillah dan ukhtifillah diberikan kesempatan serupa untuk bisa pergi ke Tanah suci secepatnya ^o^// dan bagi yang sudah pergi semoga bisa ke sana lagi dalam ibadah umrah ( jangan lupa ajak ajak ^0^ )

Cuap cuap pendahuluan sampai sini aja deh hehehe,,

Sampai bertemu di postingan selanjutnya ^^

Afwan lahir batin, jazakillah khoiran katsiran

Wassalamualaikum Warrahmatullah

 

thumb_IMG_2786_1024

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

 

 

 

 

 

 

 

Linux command for LPIC preparation

UNIT 1
history -d 100
history -c = clears the history

date +%M

mkdir -p /home/yuko/a/b/c
mv -f /tmp/A/* /targetfolder

rm -Rf /tmp/A /*

cp -Rf /tmp/A/* /targetfolder
echo ‘$HOME’ = $HOME

echo “$HOME” = /home/yuko

echo `date +%M` = 50
lsattr filename

Continue reading

How to find a word (or string) inside a folder?

grep -nr yourString /directory

result:
./fileA:10:. yourString
./fileB:11:. yourString
./fileC:13:. yourString

Linux bash profile

Understanding the Login Shell Process

When you log in to the Linux system, the bash shell starts as a login shell. The login shell typically looks for five different startup files to process commands from:

1. /etc/profile
→The /etc/profile file is the main default startup file for the bash shell. Whenever you log in to the Linux system, bash executes the commands in the /etc/profile startup first.

2. $HOME/.bash_profile

3. $HOME/.bashrc
→The .bashrc file does two things. First, it checks for a common bashrc file in the /etc directory. Second, it provides a place for the user to enter personal command aliases

4. $HOME/.bash_login

5. $HOME/.profile


Source: 
Linux Command Line and Shell Scripting Bible, Third Edition. (Book)

/bin/bash^M: bad interpreter: No such file or directory

Sometime when working with shell script, we need to edit the shell script on Windows environment. Then when we execute the shell script on Linux environment, we will find the below error:

/bin/bash^M: bad interpreter: No such file or directory
/bin/bash^M: bad interpreter: そのようなファイルやディレクトリはありません

Since the new line code had been saved in the \ r \ n, there is a need to fix in the Linux \ n. This is because the new line code had been saved in the \ r \ n on Windows environment. In order to fix the problem, we need to convert the \r\n to \n on Linux environment. To do this, we may use the below command:

$ sed -i 's/\r//' [shell script fileName]

Below, verification

By using the command cat -e, we can see that there is additional \ r at the newline code.

$ cat -e hello.sh
#!/bin/bash^M$
echo "hello,world"^M$
This remains to run an error
$ ./hello.sh
-bash: ./hello.sh: /bin/bash^M: bad interpreter: No such file or directory
Convert line feed code by using sed command
$ sed -i 's/\r//' hello.sh
once again check with cat -e
$ cat -e hello.sh
#!/bin/bash$
echo "hello,world"$
Then, you are done!
$ ./hello.sh
hello,world
%d bloggers like this: